Rabu, 08 Juni 2011

TREMATODA



¤MORFOLOGI UMUM¤ :
>Tubuhnya tidak bersegmen
>Bentuknya menyerupai daun atau silindris
>Bersifat hermaprodit
>Reproduksinya secara ovipar atau dalam bentuk larva
>Infeksi terutama oleh stadium larva yang masuk usus,kadang-kadang melalui kulit
>Pipih,tidak berongga badan
>mempunyai batil isap perut atau ventral sucker untuk melekatkan diri.Pada beberapa spesies terletak di bagian posterior
>Mempunyai porus genitalis yang letaknya berbeda pada tiap spesies
>Bentuk saekum(usus besar) bercabang dua , sehingga mirip huruf "Y" terbalik
>Telur berbentuk oval, biasanya beroperculum, dalam siklus hidupnya dikenal stadium :
a.Mirasidium
b.Sporokista
c.Redia
d.Serkaria
e.Metaserkaria

¤Contoh spesies¤ :
-Fasciola hepatica
-Fasciolopsis buski
-Paragonimus westermani
-Clonorchis sinensis
-Schistosoma mansoni
-Schistosoma japonicum
-Schistosoma haematobium

Dalam kelas Trematoda, bisa dibedakan menjadi 2 golongan :
*Golongan Hermaprodit
*Golongan Anhermaprodit

¤Berdasarkan habitatnya, Trematoda dibagi dalam :
1.) Trematoda usus
~Fasciolopsis buski
~Heterophydae
~Echinostoma ilocanum
2.) Trematoda hati
~Fasciola hepatica
~Opistorchis felineus
~Clonorchis sinensis
~Opistorchis viverini
3.) Trematoda paru-paru
~Paragonimus westermani
4.) Trematoda darah
~Scistosoma japonicum
~Scistosoma mansoni
~Scistosoma haematobium

¤Trematoda yang terdapat pada manusia termasuk dalam kelompok Digenia, yaitu kelompok dimana reproduksinya terdiri dari 2 fase, yakni :
a.Fase seksual [pada hospes definitif]
b.Fase aseksual [pada hospes intermedier/hospes perantara]

¤HOSPES¤ :
-Hospes definitif : Manusia,kambing,sapi,biri-biri
-Hospes perantara I : keong air/siput
-Hospes perantara II : tumbuhan air

¤CIRI-CIRI TELUR¤ :
>Ukuran 130-150 mikron x 63-90 mikron
>Warna kuning kecoklatan
>Bentuk oval dengan salah satu kutub mengecil
>Terdapat operculum pada kutub yang mengecil
>Berisi sel-sel granula berkelompok

¤CACING DEWASA¤ :
>Bersifat hermaprodit
>Sistem reproduksinya ovivar
>Bentuknya menyerupai daun dengan ukuran 20-30 mm x 8-13 mm
>Mempunyai tonjolan konus pada anteriornya
>Memiliki batil isap mulut dan perut
>Uterus pendek berkelok-kelok
>Testis bercabang banyak,letaknya di pertengahan badan berjumlah 2 buah
>Ovarium sangat bercabang

¤SIKLUS HIDUP¤ :
Telur keluar melalui saluran empedu ke dalam feses.Telur dalam air waktu 9-15 hari menjadi berisi mirasidium.Mirasidium keluar dan mencari keong air.Mirasidium menjadi sporokista lalu menjadi redia.Redia menghasilkan serkaria berekor satu dan berenang bebas.Serkaria melekat pada tumbuhan air.Serkaria membentuk metaserkaria.
-Siklus hidup[lanjut] :
Metaserkaria masuk ke tubuh manusia yang mengkonsumsi tumbuhan air seperti selada air.Dalam duodenum larva keluar dari kista , menembus dinding usus , masuk rongga perut , menembus hati . Dalam hati cacing tumbuh dalam saluran empedu dan menjadi dewasa. Cacing dewasa akan melakukan pembuahan sel telur dan terjadi perkembangan telur yang akan diletakkan pada uterus. Saat cacing gravid mengeluarkan telur, maka akan tercampur ke dalam feses manusia.

¤EPIDEMIOLOGI¤ :
Banyak kasus didaerah yang mempunyai peternakan sapi,biri-biri dan kambing didukung oleh kebiasaan masyarakat yang suka mengkonsumsi sayuran mentah.Masyarakat disekitar sungai dan area persawahan yang memiliki kebiasaan memakan siput/keong air memiliki resiko terinfeksi lebih tinggi apalagi didukung oleh kondisi higiene dan sanitasi yang kurang baik.

¤PENCEGAHAN¤ :
-Memasak sayuran dengan baik dan masak
-Pengobatan terhadap penderita [manusia dan hewan]
-Memotong siklus hidup

¤DIAGNOSA LABORATORIUM¤ :
Bahan pemeriksaan dapat berupa feses dan cairan duodenum.Dari feses penderita dapat ditemukan telur dan cacing dewasa.Dalam cairan duodenum mungkin ditemukan metaserkaria atau larva cacing.Jumlah sel eosinofil dalam darah akan meningkat nyata.


 gambar :

http://gurungeblog.files.wordpress.com/2008/11/platyhelm_turbellaria_dugesia.jpg

0 komentar:

Posting Komentar